Status GAK Siaga, Wabup Serang Pastikan Pantai Anyer-Cinangka Aman dan Nyaman
SERANG, iNews45.com || Wakil Bupati (Wabup) Serang Muhammad Najib Hamas memastikan jika destinasi Wisata Pantai Anyer dan Cinangka aman dan nyaman, meski kondisi Status Gunung Anak Krakatau (GAK) Level III atau Siaga. Sehingga, para wisatawan baik lokal maupun luar daerah untuk tidak khawatir mengisi libur sekolah.
Hal ini disampaikan Najib Hamas usai meninjau Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau (GAK) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang pada Minggu, 5 Juli 2026.
”Hari ini Minggu, 5 Juli 2026, pukul 17.00 WIB, saya hadir mewakili Ibu Bupati untuk memastikan pertama berkoordinasi dengan Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau, memastikan bahwa kondisi Gunung Anak Krakatau itu melandai dan dinyatakan aman,”kata Najib Hamas kepada wartawan.
Dalam peninjauan Najib Hamas didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, Camat Cinangka Tuti Setiawati, Camat Anyer Imron Ruhyadi, Unsur Muspika Kecamatan Cinangka, dan jajaran Pengurus PHRI Kabupaten Serang. Najib Hamas pun turut memantau dengan menggunakan teropong.
Najib Hamas juga memastikan, berkenaan dengan video yang tersebar di media sosial (medsos) dan memperlihatkan seolah Gunung Anak Krakatau dalam kondisi erupsi atau meletus adalah hoax atau tidak benar. ”Perlu saya sampaikan bahwa kondisi terkini Gunung Anak Krakatau siaga III atau melandai, walaupun sempat terjadi erupsi tapi tidak berdampak berarti untuk saat ini, dan video yang beredar di masyarakat itu merupakan hasil editan dan tidak benar adanyam,”tegasnya.
Oleh karenanya, Najib Hamas mengajak untuk wisatawan baik dari dalam daerah maupun luar daerah untuk tidak khawatir mengisi liburan sekoah bersama keluarga. ”Walaupun siaga III tetapi jangan khawatir, bagi para wisatawan silahkan berlibur ke kawasan pantai Anyer dan Cinangka, saya pastikan kondusif dan semoga kedepan tidak ada erupsi lagi,”tuturnya.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau (GAK) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Deny Mardiono mengatakan untuk pelaporan pukul 06.12 WIB masih terekam tremor- tremor terus menerus yang masih mengindikasikan GAK masih aktif. ”Jadi, potensi erupsi masih ada. Akan tetapi pelaporan akan tetap kita teruskan ke masyarakat, baik itu dari grup maupun dari portal dari vulkanologi ataupun badan geologi,”ujarnya.
Adapun untuk status GAK sampai dengan saat ini, sebut Deny, masih berada di level 3 atau siaga, bahwa radius bahaya itu berada dalam radius 3 kilo meter dari pusat erupsinya. ”Untuk Pantai Anyer, Cinangka, Carita dan sekitarnya itu kurang lebih jauhnya 42 kilo meter. Jadi, untuk material vulkaniknya pun tidak akan sampai ke Anyer dan Carita, hanya ditubuhnya anak Krakatau. Sedangkan untuk abu vulkanik, itu tergantung dari arah angin. Kalau secara fisik, saat ini masih terlihat kepulan asap putih kurang lebih tingginya sekitar 5 hingga 10 meter dari CCTV,”terangnya.
Berkenaan dengan video yang beredar, Deny memastikan bahwa Badan Geologi sudah mengeluarkan surat resmi bahwa informasi itu tidak benar. ”Badan Geologi sudah mengeluarkan surat bahwa itu informasi kurang benar. Teman-teman media bisa dicari atau nanti kita sampaikan, bisa jadi bahan dari pemerintah daerah, dikolaborasikan, dikemas supaya wisatawan Anyer-Cinangka, Carita ini bisa bergeliat lagi,”ungkapnya.
Oleh karenanya, Deny juga memastikan dengan kondisi siaga saat ini pihaknya masih memantau karena untuk laporan disampaikan setiap per 6 jam. ”Kita laporkan per 6 jam, jam 6 sore kita laporkan. Jadi teman-teman media dan masyarakat bisa memantaunya, baik itu dari Magma Indonesia (Multiplatform Application for Geohazard Mitigation and Assessment in Indonesia) maupun Website resmi dari PVMBG,”jelasnya.
Terakhir Deny mengimbau kepada masyarakat untuk tetap beraktifitas seperti biasanya, dan tidak terpancing isu-isu yang tidak benar. ”Tapi, tetap berkoordinasi dengan pemerintah setempat, baik itu dari BPBD maupun dari pemerintah daerah, sehingga informasi yang diterima itu benar dan akurat,”tandasnya.(*/Red)


Posting Komentar