CLOSE AD ✕
ADVERTISEMENT

Dulu Diantar Saat KKN, Kini Mengantar Mahasiswa

Dulu Diantar Saat KKN, Kini Mengantar Mahasiswa

ROKAN HULU, iNews45.com || Ada sebuah perjalanan yang terkadang baru terasa maknanya ketika seseorang berhenti sejenak dan melihat ke belakang.

Dulu, ia adalah seorang mahasiswa yang datang ke tengah masyarakat dengan membawa semangat pengabdian. Kini, setelah waktu berlalu, ia kembali ke dunia KKN—bukan lagi sebagai mahasiswa, melainkan sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Dialah Alfa Syahputra, S.M., M.M.

Tahun ini, Alfa mendapat amanah untuk mendampingi mahasiswa ROKANIA Kelompok 7 KKN di Desa Sialang Jaya, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu.

Kelompok tersebut beranggotakan Salsabila, Azizah, Yunaini Susana, Juwita Anggraini Rinandea, Zulfadly Harahap, Maria Fransiska, Tia Wulandari Nasution, Ahmad Muhajirin, dan Said Dedi Irawan.

Bagi Alfa, mendampingi mahasiswa KKN kali ini bukan sekadar menjalankan tugas sebagai seorang dosen. Ada bagian dari masa lalunya yang seolah kembali hadir.

Jika dahulu ia datang sebagai mahasiswa, belajar beradaptasi dengan masyarakat, menjalankan program pengabdian, menghadapi berbagai tantangan, serta menerima arahan dari dosen pembimbing, kini posisi itu berbalik.

Dulu dibimbing, sekarang membimbing.

Dulu diantar, sekarang mengantar.

Cerita tersebut mulai terangkai pada 26 Agustus 2026, ketika Alfa bersama mahasiswa ROKANIA Kelompok 7 dan Dosen Pembimbing Lapangan Toni Ahmad Subekti, SE, M.Sc., melakukan survei dan observasi lokasi KKN di Desa Sialang Jaya, Kecamatan Rambah.

Mereka datang lebih awal untuk mengenal tempat yang akan menjadi rumah sementara bagi sembilan mahasiswa selama menjalankan pengabdian. Kondisi wilayah, lingkungan, kehidupan masyarakat, potensi desa, serta berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan KKN menjadi bagian dari pengamatan.

Bagi Salsabila, Azizah, Yunaini Susana, Juwita Anggraini Rinandea, Zulfadly Harahap, Maria Fransiska, Tia Wulandari Nasution, Ahmad Muhajirin, dan Said Dedi Irawan, kunjungan tersebut menjadi langkah awal sebelum benar-benar memulai kehidupan bersama masyarakat Desa Sialang Jaya.

Namun bagi Alfa, ada cerita lain yang ikut berjalan.

Ia seperti melihat kembali dirinya sendiri pada masa lalu—seorang mahasiswa yang pernah datang ke tengah masyarakat dengan rasa ingin tahu, membawa semangat untuk mengabdi, sekaligus belajar dari kehidupan masyarakat.

Kini, ia berada di sisi yang berbeda.

Ia bukan lagi mahasiswa yang menunggu arahan. Ia adalah orang yang dipercaya untuk memberikan arahan.

Setelah survei dan observasi dilakukan, tibalah waktunya mengantar sembilan mahasiswa ROKANIA Kelompok 7 menuju Desa Sialang Jaya untuk memulai pengabdian mereka.

Kedatangan mahasiswa kemudian disambut oleh Sekretaris Desa (Sekdes), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para Kepala Dusun (Kadus), serta perangkat Desa Sialang Jaya.

Sambutan tersebut menjadi pintu pertama bagi mahasiswa untuk mulai mengenal masyarakat dan lingkungan yang akan mereka tinggali selama menjalankan KKN.

Di tengah suasana penyambutan itu, perjalanan Alfa seolah menemukan maknanya sendiri.

Dulu, ia datang ke lokasi KKN sebagai mahasiswa yang menerima sambutan, arahan, dan bimbingan. Kini, ia hadir sebagai DPL yang mengantar mahasiswa untuk memulai perjalanan pengabdian mereka.

“Dulu saya yang dibimbing, sekarang saya mendapat amanah untuk membimbing.”

Kalimat sederhana itu menggambarkan perubahan peran yang mungkin tidak pernah terbayangkan ketika dahulu ia menjalani KKN sebagai mahasiswa.

Namun, perjalanan bersama sembilan mahasiswa ROKANIA Kelompok 7 tidak berhenti pada hari pengantaran.

Alfa akan terus mendampingi mereka, memberikan arahan, memantau perkembangan kegiatan, serta melakukan evaluasi selama mahasiswa menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

Sebab KKN bukan hanya tentang bagaimana mahasiswa memberikan sesuatu kepada masyarakat. Lebih dari itu, KKN adalah ruang untuk belajar—belajar memahami kehidupan, mendengar suara masyarakat, mengenali persoalan di lapangan, membangun kebersamaan, dan menemukan makna pengabdian yang sesungguhnya.

Sembilan mahasiswa itu kini memulai cerita mereka sendiri di Desa Sialang Jaya.

Ada Salsabila dan Azizah dari Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi. Ada Yunaini Susana dan Said Dedi Irawan dari Manajemen Ritel. Ada Juwita Anggraini Rinandea dan Tia Wulandari Nasution dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Ada Zulfadly Harahap dari Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi, Maria Fransiska dari Ilmu Pertanian, serta Ahmad Muhajirin dari Pendidikan Teknologi Informasi.

Berbeda latar belakang program studi, tetapi kini mereka berada dalam satu kelompok dan satu tempat pengabdian: Desa Sialang Jaya.

Di sanalah mereka akan belajar bahwa ilmu yang diperoleh di ruang kuliah akan menemukan maknanya ketika bertemu langsung dengan kehidupan masyarakat.

Dan perjalanan itu belum selesai.

Setelah seluruh rangkaian KKN berakhir, Alfa akan kembali datang untuk menjemput mahasiswa ROKANIA Kelompok 7 pulang dari Desa Sialang Jaya.

Jika direnungkan, perjalanan ini seperti sebuah lingkaran.

Dulu Alfa berangkat sebagai mahasiswa KKN.

Kini ia mengantar mahasiswa KKN.

Dulu ia menerima bimbingan.

Kini ia memberikan bimbingan.

Dan nanti, ia akan kembali menjemput mereka setelah menyelesaikan pengabdian.

Sebuah perjalanan sederhana, tetapi menyimpan makna tentang bagaimana pengalaman dapat diwariskan dan diteruskan.

Apa yang dahulu pernah dirasakan sebagai mahasiswa, kini menjadi bekal untuk membimbing mahasiswa berikutnya.

Dari mahasiswa menjadi DPL.

Dari yang pernah dibimbing menjadi pembimbing.

Dari yang dahulu diantar menuju lokasi pengabdian, kini menjadi orang yang mengantar mahasiswa—dan kelak menjemput mereka kembali.

Di Desa Sialang Jaya, Kecamatan Rambah, perjalanan pengabdian Salsabila, Azizah, Yunaini Susana, Juwita Anggraini Rinandea, Zulfadly Harahap, Maria Fransiska, Tia Wulandari Nasution, Ahmad Muhajirin, dan Said Dedi Irawan baru saja dimulai.

Bagi mereka, KKN adalah awal dari sebuah pengalaman baru.

Bagi Alfa Syahputra, S.M., M.M., perjalanan ini adalah sebuah pengingat bahwa terkadang kita kembali ke sebuah cerita lama bukan untuk mengulanginya, tetapi untuk mengambil peran yang berbeda.

Dulu pernah menjadi mahasiswa KKN. Kini menjadi DPL. Dulu diantar untuk mengabdi, kini mengantar mahasiswa untuk mengabdi—hingga nanti kembali menjemput mereka pulang membawa cerita, pengalaman, dan pelajaran dari masyarakat.

Baca Juga:
Tersalin 👍
Redaksi
Redaksi
Redaksi

Berita Terbaru

  • Dulu Diantar Saat KKN, Kini Mengantar Mahasiswa
  • Dulu Diantar Saat KKN, Kini Mengantar Mahasiswa
  • Dulu Diantar Saat KKN, Kini Mengantar Mahasiswa
  • Dulu Diantar Saat KKN, Kini Mengantar Mahasiswa
  • Dulu Diantar Saat KKN, Kini Mengantar Mahasiswa
  • Dulu Diantar Saat KKN, Kini Mengantar Mahasiswa

Posting Komentar

ADVERTISEMENT