Rugikan Ratusan Sopir, Mobil Box Diduga Menyerap Puluhan Ton Solar Subsidi di SPBU Wilayah Kabupaten Serang dan Sekitarnya
SERANG, iNews45.com || Sebuah mobil box berwarna putih diduga telah dimodifikasi khusus untuk mengelabui aparat dan petugas SPBU, guna melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi secara berlebihan dan tidak semestinya di wilayah hukum Polda Banten. Di bagian bodi mobil yang tertutup itu, diduga tersimpan tangki atau tabung tersembunyi dengan kapasitas mencapai puluhan ton.
Kendaraan mencurigakan itu berhasil terpantau berkeliling di wilayah Kabupaten Serang dan sekitarnya. Modus yang digunakan cukup licik: mobil box tersebut mengantre dan melakukan pengisian solar layaknya kendaraan umum lainnya di sejumlah SPBU, namun dilakukan secara bertubi-tubi di titik yang berbeda dalam satu waktu, sehingga mampu menyerap stok solar subsidi dalam jumlah sangat fantastis.
Praktik yang diduga merugikan negara dan masyarakat ini pun memicu kemarahan kalangan sopir kendaraan yang memang berhak mendapatkan solar subsidi. Salah satu sopir yang ditemui awak media saat tengah mengantre panjang di salah satu SPBU wilayah Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, mengaku tidak heran jika stok solar subsidi selalu langka dan habis dalam waktu singkat di hampir seluruh SPBU.
“Kami sudah mengantre berjam-jam lamanya. Pantas saja setiap SPBU stok solar selalu kekurangan, ternyata ada pihak yang mengambil atau membeli BBM dalam jumlah tidak wajar seperti ini,” ujar sopir yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Kamis (23/7/2026).
Dengan nada kecewa, ia menambahkan bahwa praktik mobil pengisap solar subsidi itu sangat merugikan ribuan sopir lain yang setiap hari bergantung pada ketersediaan BBM untuk mencari nafkah. Bukan hanya waktu yang terbuang sia-sia karena harus antre berjam-jam, tidak sedikit pula sopir yang akhirnya pulang dengan tangan hampa, meski sudah rela menunggu sejak pagi buta.
“Kami sangat dirugikan. Sudah antre berjam-jam, tapi banyak yang sampai akhirnya tidak mendapatkan BBM jenis solar sama sekali karena stoknya tiba-tiba habis,” tegasnya.
Melalui media ini, ia bersama rekan sesama sopir berharap ada tindakan tegas dari berbagai pihak. Pertama, ia meminta pengelola SPBU untuk lebih waspada dan tidak melayani kendaraan yang mencurigakan atau melakukan pengisian BBM dalam jumlah yang tidak wajar dan di luar kebutuhan semestinya.
“Kami sangat berharap pihak Pertamina selaku penyalur dan Aparat Penegak Hukum khususnya kepolisian di wilayah Polda Banten untuk segera turun tangan dan menindak tegas. Hal ini sangat merugikan kami para sopir kecil yang memang sangat membutuhkan BBM subsidi,” pungkasnya.


Posting Komentar