KAB. TANGERANG, iNews45.com || Menanggapi beredarnya pemberitaan yang menyebut oknum anggota Ormas BPPKB wilayah Mauk diduga mem-backup peredaran obat keras jenis Hexymer dan Tramadol, Ketua DPAC BPPKB Kecamatan Sukadiri, H. Sayafei, dengan tegas membantah dan menegaskan sikap organisasinya. Ia menyatakan, pihaknya sangat melarang keras segala bentuk dukungan terhadap peredaran obat terlarang yang dinilai sangat merusak generasi muda.
"Anggota BPPKB Sukadiri dilarang keras mem-backup peredaran obat Hexymer, Tramadol, maupun Mata Elang. Jika ada yang kedapatan melakukannya, kami tegaskan akan langsung kami keluarkan dari keanggotaan," tegas H. Sayafei di Sukadiri, Senin (18/05/2026).
Menurut H. Sayafei, pemberitaan yang mengaitkan nama organisasi harus dikonfirmasi kebenarannya terlebih dahulu. Sering kali banyak pihak yang hanya mengaku-ngaku sebagai anggota BPPKB tanpa memiliki keabsahan administrasi. Ia meminta insan pers untuk lebih teliti sebelum memberitakan nama organisasi.
"Kami tidak membenarkan hal tersebut. Obat-obatan seperti Hexymer dan Tramadol itu sangat berbahaya dan bisa meracuni generasi penerus bangsa. Saya meminta kepada rekan wartawan, jika ada pemberitaan yang mencantumkan nama Ormas BPPKB, tolong cari tahu dulu kebenarannya. Apakah orang itu benar-benar anggota atau sekadar mengaku-aku saja?" ujarnya.
Ia menambahkan, jika yang bersangkutan mengaku anggota, wartawan wajib mengecek keabsahan legalitasnya, seperti Kartu Tanda Anggota (KTA), konfirmasi ke posko wilayah setempat, hingga memastikan langsung ke pimpinan DPC setempat. Hal ini penting untuk menjaga nama baik organisasi dari oknum yang tidak bertanggung jawab.
Sebagai informasi, Ormas BPPKB (Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten) didirikan sebagai wadah pembinaan, pengembangan potensi, dan penyalur aspirasi bagi anggota maupun masyarakat luas. Organisasi ini memiliki fungsi strategis di berbagai bidang.
Di antaranya bidang sosial dan advokasi, yaitu memberikan penyuluhan, bantuan hukum melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH), serta menjembatani penyelesaian perselisihan antar-anggota. Di bidang ekonomi dan ketenagakerjaan, BPPKB berperan menyalurkan tenaga pengamanan (satpam) serta tenaga kerja informal. Selain itu, organisasi ini juga aktif dalam pengabdian masyarakat dan menjaga nilai-nilai kebangsaan.
"Kami berpegang teguh pada semboyan 'sakit satu sakit semua'. Kami hadir untuk memperjuangkan hak-hak anggota dan masyarakat, bukan untuk melindungi perbuatan yang merugikan orang lain," pungkas H. Sayafei.

