Scroll untuk melanjutkan membaca

Sekjen Buka Suara: Karang Taruna Kecamatan Cikeusal Vakum, Ketua Dinilai Tak Responsif

Serang, iNews45.com || Karang Taruna Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, dinilai tidak aktif selama tiga tahun terakhir. Keberadaan organisasi kepemudaan tersebut seolah hanya terdengar namanya, namun tidak terlihat aktivitas nyata di tengah masyarakat.

Hingga Sabtu, 7 Februari 2026, Karang Taruna Kecamatan Cikeusal tidak pernah tampak terlibat dalam kegiatan sosial maupun agenda kemasyarakatan di tingkat kecamatan.

Diketahui, Karang Taruna merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang menjadi wadah pengembangan generasi muda usia 13–45 tahun di tingkat desa dan kelurahan. 

Organisasi ini bergerak dalam penyelenggaraan usaha kesejahteraan sosial dengan tujuan memberdayakan pemuda, mencegah permasalahan sosial, serta meningkatkan potensi ekonomi lokal.

Karang Taruna memiliki fungsi strategis sebagai wadah pengembangan generasi muda, pencegah kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba, pemberdaya masyarakat, serta pelestari budaya. 

Kegiatan yang lazim dilakukan meliputi bidang sosial seperti santunan, kerja bakti, dan penanggulangan bencana; bidang ekonomi melalui Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan pelatihan keterampilan; serta bidang seni dan olahraga seperti peringatan HUT RI, turnamen olahraga, dan pentas seni.

Seluruh peran tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Sosial Nomor 25 Tahun 2019 tentang Karang Taruna, yang menegaskan Karang Taruna sebagai agen perubahan sosial dan penggerak kreativitas di tingkat akar rumput.

Surtani, yang akrab disapa Joy, selaku Sekretaris Jenderal Karang Taruna Kecamatan Cikeusal, menyayangkan kondisi organisasi yang dinilainya seperti “mati suri”.

“Saya sebagai Sekjen sebetulnya menanti instruksi dari ketua terkait berbagai kegiatan, seperti upacara 17 Agustus maupun agenda lainnya. Namun hal itu tidak pernah ada. Di grup WhatsApp pun tidak pernah ada pengumuman agenda pertemuan seluruh pengurus dan para ketua Karang Taruna se-Kecamatan Cikeusal,” ungkapnya.

Joy menambahkan bahwa dirinya telah berulang kali mengajukan usulan untuk menggelar pertemuan formal dengan seluruh Karang Taruna desa se-Kecamatan Cikeusal, namun hingga saat ini tidak mendapat respons dari Ketua Karang Taruna Kecamatan.

Ia juga menyoroti minimnya peran Karang Taruna saat terjadi bencana di wilayah Cikeusal beberapa waktu lalu.

“Bulan kemarin banyak terjadi bencana di Kecamatan Cikeusal, namun Karang Taruna tidak terlihat. Justru organisasi atau forum lain yang bergerak, bahkan ada yang sampai menggalang dana dengan turun ke jalan untuk membantu korban banjir. Padahal kita organisasi plat merah, tapi seolah tidak peduli,” tambahnya.

Sebagai Sekjen, Joy berharap seluruh pengurus dapat bersama-sama menghidupkan kembali Karang Taruna Kecamatan Cikeusal agar keberadaannya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Ayo kita sama-sama hidupkan kembali Karang Taruna Kecamatan Cikeusal supaya terlihat nyata dan membangun komunikasi yang baik dengan para ketua Karang Taruna desa,” pungkasnya. Tutupnya (/*Ftp) 


Rep. UD (Saprudin)

Global Rise TV

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Sekjen Buka Suara: Karang Taruna Kecamatan Cikeusal Vakum, Ketua Dinilai Tak Responsif
  • Sekjen Buka Suara: Karang Taruna Kecamatan Cikeusal Vakum, Ketua Dinilai Tak Responsif
  • Sekjen Buka Suara: Karang Taruna Kecamatan Cikeusal Vakum, Ketua Dinilai Tak Responsif
  • Sekjen Buka Suara: Karang Taruna Kecamatan Cikeusal Vakum, Ketua Dinilai Tak Responsif
  • Sekjen Buka Suara: Karang Taruna Kecamatan Cikeusal Vakum, Ketua Dinilai Tak Responsif
  • Sekjen Buka Suara: Karang Taruna Kecamatan Cikeusal Vakum, Ketua Dinilai Tak Responsif
Posting Komentar
Tutup Iklan