Erupsi Anak Krakatau Tutup Ruang Udara, Ketum SMSI & Rombongan Terjebak di Aceh
![]() |
| Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Rombongan. |
ACEH, iNews45.com || Erupsi Gunung Anak Krakatau yang meletus pada Sabtu malam, 6 September 2026, berdampak luas hingga ke ujung barat Indonesia. Sebaran abu vulkanik yang tinggi memaksa penutupan ruang udara Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dan efek berantai membuat Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, juga tidak dapat melayani penerbangan.
Ribuan penumpang menjadi terlantar, termasuk rombongan Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang baru saja menyelesaikan rangkaian kegiatan di Provinsi Aceh.
Rombongan SMSI Pusat berada di Aceh usai merayakan selebrasi pelantikan pengurus daerah tingkat Provinsi, Kabupaten, dan Kota, sekaligus penyerahan penghargaan SMSI Aceh Award 2026. Rencana kepulangan yang telah dijadwalkan pada Minggu pagi berantakan seketika akibat sebaran abu vulkanik yang tidak dapat dinegosiasikan oleh pihak penerbangan.
"Kami masih menunggu perkembangan situasi," ujar salah satu anggota rombongan dari ruang tunggu bandara.
Di tengah ketidakpastian jadwal terbang, rombongan jurnalis senior ini terpaksa memperpanjang masa tinggal mereka di Serambi Mekah sembari terus memantau pergerakan abu vulkanik melalui pemantauan daring di perangkat gawai masing-masing.
Keputusan penutupan bandara di berbagai wilayah Sumatera dan Jawa diambil demi keselamatan penerbangan, mengingat abu vulkanik yang menjulang hingga ketinggian 50.000 kaki dapat mengganggu sistem navigasi serta merusak mesin pesawat. Hingga saat ini, pihak bandara dan maskapai masih terus memantau pemulihan kondisi langit untuk membuka kembali operasional penerbangan.
Masyarakat maupun calon penumpang diimbau selalu memantau informasi resmi dari maskapai maupun pihak bandara sebelum berangkat ke bandara. (Aldin)


Posting Komentar