H. Oetojo Oesman: Kader SOKSI Harus Khatam Filosofi Kekaryaan
Jakarta, iNews45.com || Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Karya Justitia Indonesia (GKJI) Provinsi Banten, H. Imam Fachrudin, berkesempatan bersilaturahmi dengan tokoh nasional sekaligus mantan Menteri Kehakiman RI, H. Oetojo Oesman, SH, di kediamannya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (29/8/2026).
H. Oetojo Oesman merupakan tokoh yang pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman RI pada era Orde Baru. Ia juga pernah dipercaya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), menggantikan Prof. Dr. Suhardiman.
Dalam pertemuan tersebut, Imam menyampaikan rasa terima kasih karena H. Oetojo Oesman berkenan menerima kunjungannya. Pertemuan itu dimanfaatkan untuk bersilaturahmi, berdiskusi, sekaligus bernostalgia mengenai perjalanan perjuangan SOKSI pada masa lalu.
“Saya sangat berterima kasih kepada beliau (Oetojo) yang telah berkenan menerima kunjungan saya, untuk sekadar bercengkerama dan bernostalgia saat dulu beliau bersama ayah saya di SOKSI,” kata Imam dengan penuh semangat.
Menurut Imam, meskipun telah berusia 91 tahun, H. Oetojo Oesman masih menunjukkan semangat yang tinggi dalam menjelaskan idealisme perjuangan SOKSI, khususnya mengenai filosofi kekaryaan yang menjadi salah satu landasan perjuangan organisasi.
Imam menuturkan, dalam pertemuan tersebut H. Oetojo Oesman banyak memberikan pandangan mengenai pentingnya kader SOKSI memahami secara utuh nilai-nilai kekaryaan dan mengimplementasikannya dalam kehidupan berorganisasi maupun dalam pengabdian kepada masyarakat.
“GKJI ini merupakan hasil dari buah pemikiran yang mendalam dari filosofi kekaryaan yang dimiliki oleh SOKSI. Oleh karenanya, perlu kiranya dibangun suatu upaya yang terus-menerus untuk membangkitkan perjuangan kekaryaan yang harus kita junjung tinggi. Kader SOKSI itu harus khatam memahami dan menjalankan filosofi kekaryaan ini,” tutur Imam, mengingat kembali pesan yang disampaikan H. Oetojo Oesman.
Lebih lanjut, Imam menegaskan bahwa nilai-nilai kekaryaan tidak semestinya hanya dipahami sebagai sejarah organisasi, tetapi harus terus dihidupkan dan diwujudkan melalui kerja nyata, pengabdian, serta perjuangan untuk kepentingan masyarakat.
“Tentunya sebagai kader SOKSI dan pengurus GKJI, kita harus terus merawat semangat perjuangan SOKSI dan GKJI, untuk sekarang dan nanti,” pungkasnya.
(SAE)


Posting Komentar