CLOSE AD ✕
ADVERTISEMENT

Akibat Oknum Guru Ringan Tangan, Siswi SMAN 08 Kota Serang Jadi Korban Arogansi

Akibat Oknum Guru Ringan Tangan, Siswi SMAN 08 Kota Serang Jadi Korban Arogansi
Foto Sekolah

KOTA SERANG, iNews45.com || Dugaan tindakan kekerasan dan arogansi dari oknum guru kembali mencoreng dunia pendidikan. Kali ini terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 08 Kota Serang, Banten, di mana seorang siswi menjadi korban perlakuan kasar sebelum pelaksanaan upacara rutin hari Senin. 

Peristiwa berlangsung saat seluruh siswa-siswi sedang bersiap melaksanakan kewajiban upacara pengibaran Bendera Merah Putih. Oknum guru berinisial ES yang menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah SMAN 08 Kota Serang, diketahui memberikan perintah pembentukan barisan dengan sikap yang keras dan kasar.

Yang memiris hati, cara pendisiplinan yang diterapkan guru tersebut dinilai di luar batas kewajaran—termasuk melakukan tindakan fisik seperti memukul atau menendang. Dari sejumlah murid yang mengalami perlakuan serupa, hanya satu siswi berinisial KRA, siswi kelas X-2, yang berani melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya.

KRA mengaku mengalami sakit fisik akibat dorongan yang sangat kuat hingga mengganggu keseimbangannya. 

"Saya tadi mau baris upacara, cuma kan sedang menata barisan. Saya memang salah karena agak terlambat menempati tempat. Lalu Pak Edi keliling, saat saya sedang mencari posisi barisan, kepala saya didorong sangat kencang sampai badan terhuyung dan terasa pusing sekali," ungkap KRA dengan perasaan sedih, Senin (24/8/2026).

Menanggapi hal tersebut, orang tua siswi, SAN, menuntut pihak sekolah bertanggung jawab sepenuhnya demi memulihkan kondisi mental dan psikologis anaknya agar kembali bersemangat dalam belajar. Ia juga mengancam akan menempuh jalur hukum jika perkembangan kondisi anaknya tidak membaik.

"Hubungan kami dengan pihak sekolah sebenarnya cukup baik. Namun terkait apa yang dialami anak kami, penyelesaian harus ada sampai anak pulih kembali mental dan psikisnya agar mau kembali belajar dengan semangat," tegasnya. 

Di sisi lain, Erwin Teguh, Ketua Umum Aliansi Banten Menggugat (ABM), turut mengecam keras perilaku tersebut dan geram atas masih adanya oknum pendidik yang bertindak sewenang-wenang. Ia menilai hal ini merusak citra pendidikan dan layak dijatuhi hukuman berat hingga pemecatan.

"Sistem pendidikan dan pengajaran sudah maju dan berteknologi, namun mengapa masih ada guru yang bersikap arogan? Sekolah ini terasa pantas mendapat citra buruk. Pelakunya harus dikenai sanksi tegas, bahkan pemecatan jika perlu," kritik Erwin.

Ia juga menyampaikan rencana konkret pada Rabu mendatang akan menyerahkan surat resmi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Banten agar kasus ini ditangani secara serius dan oknum guru tersebut mendapatkan sanksi yang mendidik sekaligus menjadi pelajaran bagi pendidik lain.

"Tidak bisa dibiarkan begitu saja. Ini harus diselesaikan dengan tegas demi harga martabat siswa dan pendidik yang sebenarnya," pungkas Erwin Teguh. 

(*/Indra)

Baca Juga:
Tersalin 👍
Redaksi
Redaksi
Redaksi

Berita Terbaru

  • Akibat Oknum Guru Ringan Tangan, Siswi SMAN 08 Kota Serang Jadi Korban Arogansi
  • Akibat Oknum Guru Ringan Tangan, Siswi SMAN 08 Kota Serang Jadi Korban Arogansi
  • Akibat Oknum Guru Ringan Tangan, Siswi SMAN 08 Kota Serang Jadi Korban Arogansi
  • Akibat Oknum Guru Ringan Tangan, Siswi SMAN 08 Kota Serang Jadi Korban Arogansi
  • Akibat Oknum Guru Ringan Tangan, Siswi SMAN 08 Kota Serang Jadi Korban Arogansi
  • Akibat Oknum Guru Ringan Tangan, Siswi SMAN 08 Kota Serang Jadi Korban Arogansi

Posting Komentar

ADVERTISEMENT