DLHK Kabupaten Tangerang Terapkan Ecoenzym untuk Pulihkan Lingkungan TPA Jatiwaringin Pasca Kebakaran
Tangerang, iNews45.com || Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang mulai menerapkan cairan Ecoenzym di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, sebagai langkah awal pemulihan ekosistem pasca bencana kebakaran yang terjadi sejak 30 Juni lalu dan dinyatakan padam sepenuhnya pada 10 Juli 2026.
Aplikasi Ecoenzym difokuskan pada area yang terdampak langsung kebakaran, meliputi zona timbunan sampah, saluran air lindi, serta titik-titik yang berpotensi menimbulkan bau tidak sedap dan pencemaran lingkungan. Cairan ini merupakan hasil fermentasi bahan organik yang berfungsi mempercepat proses penguraian alami sampah, menekan pertumbuhan mikroba berbahaya, mengurangi bau, serta memperbaiki kualitas lingkungan di lokasi tersebut.
Kepala Bidang PSLB3 DLHK Kabupaten Tangerang menjelaskan, langkah ini menjadi bagian dari strategi pemulihan jangka panjang. Setelah proses pemadaman yang melibatkan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tangerang, Kementerian Lingkungan Hidup, BNPB, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD dan unsur terkait lainnya selesai dilaksanakan, fokus penanganan kini dialihkan pada rehabilitasi agar TPA dapat berfungsi kembali dengan aman dan optimal bagi masyarakat sekitar.
"Upaya ini dilakukan agar TPA Jatiwaringin dapat berfungsi kembali dan dampak yang dirasakan masyarakat dapat segera teratasi," ujar Kepala DLHK Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat.
Sementara itu, Kepala UPT TPA Jatiwaringin Jaya Gemi menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut. "Kami mendukung sepenuhnya langkah yang diambil oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, semoga dampak yang dirasakan masyarakat dapat segera teratasi," katanya.
Penggunaan Ecoenzym merupakan kelanjutan inovasi yang sebelumnya telah diterapkan di TPA Jatiwaringin. Berdasarkan hasil pemantauan, penggunaan cairan ini secara berkala terbukti efektif menurunkan kadar pencemar biologis serta meningkatkan kualitas air di kawasan sekitar lokasi. DLHK berencana melanjutkan penerapan ini secara rutin sebagai bagian dari pengelolaan TPA yang lebih ramah lingkungan.
Selain Ecoenzym, sejumlah langkah rehabilitasi lain juga disiapkan, antara lain pemantauan berkala kualitas udara dan air tanah, perbaikan sistem pengelolaan air lindi, penataan ulang area bekas kebakaran, pengendalian emisi gas dari timbunan sampah, hingga penanaman vegetasi untuk mencegah risiko kebakaran di masa mendatang. Seluruh rangkaian kegiatan ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, serta mentransformasikan TPA Jatiwaringin menjadi fasilitas pengelolaan sampah yang modern, aman, dan berwawasan lingkungan.


Posting Komentar