SERANG, iNews45.com || Kepala SMA Negeri 1 Ciomas, Edi Kocowahono, S.Pd, MM, menegaskan komitmennya dalam pelayanan pendidikan yang transparan dan bersih dari pungutan liar. Bersama jajaran Tata Usaha (TU), ia secara langsung memimpin penyerahan ijazah asli kepada siswa-siswi maupun alumni, yang diserahkan secara cuma-cuma tanpa biaya maupun persyaratan tambahan apa pun. Kegiatan penyerahan ini berlangsung di lingkungan sekolah, Rabu (13/05/2026).
Langkah ini diambil setelah pihak sekolah mengumumkan kepada seluruh lulusan, baik yang baru lulus maupun alumni dari tahun-tahun sebelumnya, agar segera mengambil dokumen kelulusan mereka yang masih tersimpan di sekolah. Kebijakan ini berlaku bagi lulusan mulai dari tahun 2016, 2017, 2018 hingga tahun 2025, dan akan diberlakukan pula bagi lulusan tahun 2026 setelah dokumen terbit.
Dalam keterangannya, Edi Kocowahono dengan tegas menyatakan bahwa pihak sekolah sama sekali tidak pernah melakukan praktik penahanan ijazah, bahkan bagi mereka yang masih memiliki catatan tunggakan. Menurutnya, penyerahan dokumen hak siswa ini adalah kewajiban sekolah, dan penumpukan dokumen dikhawatirkan justru dapat menyebabkan kerusakan jika disimpan terlalu lama.
"Sebelumnya kami sudah mengumumkan, baik kepada siswa aktif maupun alumni dari tahun 2016 hingga 2025, untuk segera mengambil ijazah secara gratis. Meski ada catatan tunggakan, tetap kami serahkan. Begitu juga lulusan 2026 nanti, silakan diambil begitu terbit. Kami khawatir jika dibiarkan menumpuk terlalu lama, dokumen penting ini bisa rusak," tegas Edi.
Ia juga menjelaskan bahwa jajaran TU turun langsung melayani proses penyerahan sebagai bukti keseriusan sekolah memberikan layanan yang mudah, cepat, dan tidak berbelit-belit. Pengambilan ijazah dapat dilakukan langsung oleh pemilik dokumen maupun diwakilkan kepada orang tua, dengan cukup melampirkan dokumen pendukung sederhana seperti Kartu Keluarga.
Respon positif datang dari para alumni dan wali murid yang berdatangan. Mereka mengucapkan terima kasih atas kemudahan dan ketegasan kebijakan tersebut, bahkan sempat berfoto bersama sebagai bentuk apresiasi.
Edi berharap kebijakan ini dapat terus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sekolah, serta menjadi standar pelayanan terbaik bagi siswa dan wali murid.
"Dengan kebijakan ini, kami berharap bisa terus menjaga kepercayaan masyarakat serta memberikan layanan terbaik bagi siswa-siswi dan wali murid," pungkasnya.

