SERANG, iNews45.com || Bencana longsor kembali melanda Desa Panosogan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, pada Sabtu (5/4/2025). Ini merupakan kejadian ketiga dalam beberapa bulan terakhir yang kian mengancam keselamatan warga.
Longsor terbaru tersebut menyebabkan robohnya alat pendeteksi permukaan air milik Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) Banten.
Aktivis Pamungkas Banten, Kiswandi, menyoroti robohnya fasilitas tersebut sebagai indikasi lemahnya konstruksi. Ia menilai bangunan yang belum lama dibangun itu seharusnya tidak mudah roboh jika memiliki perencanaan dan kualitas pengerjaan yang memadai.
“Kalau perencanaannya matang dan kualitas bangunannya teruji, seharusnya tidak roboh secepat ini. Ini jelas mengindikasikan kegagalan dalam konstruksi,” kritik Kiswandi.
Ia mendesak agar BBWSC3 Banten segera mengambil tindakan tegas dan konkret untuk mencegah terjadinya longsor atau musibah susulan. Tak hanya itu, ia juga meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turun langsung menanggapi kondisi darurat ini.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BBWSC3 Banten belum memberikan klarifikasi resmi terkait peristiwa tersebut.
Kejadian ini memunculkan sorotan tajam terhadap efektivitas pengelolaan anggaran pemeliharaan serta kesiapsiagaan bencana yang dijalankan BBWSC3. Masyarakat kini menantikan respons nyata dari pemerintah sebelum kerusakan dan kerugian semakin meluas.