Breaking News: Prabowo Reshuffle, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan Baru
Jakarta, iNews45.com || Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan perombakan kabinet (reshuffle) dengan memberhentikan Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi Menteri Keuangan. Jabatan strategis tersebut kini diamanatkan kepada Suahasil Nazara, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 14 September 2026, sekitar pukul 16.00 WIB.
Pergantian ini berlangsung cukup dramatis. Saat prosesi pelantikan Suahasil tengah berlangsung di Istana, Purbaya justru sedang menggelar Rapat Kerja Gabungan bersama Komite IV DPD RI di kompleks parlemen. Rapat tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Bappenas hingga Bank Indonesia, dengan fokus pembahasan RUU APBN Tahun Anggaran 2027 dan Nota Keuangan.
Di tengah jalannya rapat, Ketua Komite IV DPD RI, Ahmad Nawardi, tiba-tiba melakukan interupsi. Ia meminta Purbaya untuk mengangkat telepon dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi. "Pak menteri saya putus dulu, katanya ada telepon dari Mensesneg. Tolong dilihat dulu," kata Nawardi.
Purbaya sempat tampak kebingungan menerima interupsi tersebut. Ia kemudian langsung meninggalkan ruang rapat dan tidak kembali lagi. Purbaya tercatat meninggalkan rapat sekitar pukul 14.30 WIB.
Pengangkatan Suahasil Nazara tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024–2029. Keputusan tersebut ditandatangani oleh Prabowo pada 14 September 2026.
Dalam prosesi pelantikan, Presiden Prabowo terlebih dahulu bertanya kepada Suahasil: "Terlebih dahulu saya bertanya kepada Saudara, bersediakah Saudara untuk diambil janji menurut agama Kristen?" Suahasil pun menjawab, "Bersedia."
Suahasil kemudian mengucapkan sumpah jabatan: "Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab kiranya Tuhan menolong saya." Setelah itu, ia menandatangani berita acara pelantikan yang disaksikan dan turut ditandatangani oleh Prabowo.
Pelantikan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah menteri koordinator dari Kabinet Merah Putih.
Profil Singkat Suahasil Nazara
Suahasil Nazara lahir pada 23 November 1970. Ia dikenal sebagai ekonom dan akademisi dengan pengalaman panjang di bidang ekonomi, kebijakan fiskal, serta pemerintahan.
Riwayat pendidikannya dimulai dari Universitas Indonesia (UI), di mana ia meraih gelar sarjana ekonomi pada 1994. Ia kemudian melanjutkan studi ke Cornell University, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Master of Science (MSc) pada 1997. Gelar doktoralnya diraih dari University of Illinois at Urbana-Champaign pada 2003.
Sebelum masuk ke pemerintahan, Suahasil membangun karier sebagai akademisi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI sejak 1999. Pada 2009, ia dikukuhkan sebagai guru besar ilmu ekonomi.
Kariernya di Kementerian Keuangan dimulai sebagai anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal (2009–2011). Ia kemudian ditugaskan sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal secara definitif pada 31 Oktober 2016. Pada 25 Oktober 2019, ia dipercaya sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Indonesia Maju di bawah Presiden Joko Widodo, dan jabatan tersebut berlanjut hingga pemerintahan Prabowo Subianto.
Purbaya Yudhi Sadewa mulai menjabat sebagai Menteri Keuangan pada September 2025, tepatnya dilantik pada 8 September 2025, menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Dengan demikian, masa jabatannya sebagai Menkeu berlangsung sekitar satu tahun sebelum akhirnya digantikan oleh Suahasil Nazara.
Pergantian Menteri Keuangan ini menjadi reshuffle kabinet keenam yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto sejak menjabat pada Oktober 2024.
Sebelumnya, reshuffle pertama terjadi pada 19 Februari 2026 untuk mengganti Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Brodjonegoro dengan Brian Yuliarto. Reshuffle kedua pada 8 September 2025, ketika Prabowo melantik sejumlah menteri serta Wakil Menteri Haji dan Umrah. Reshuffle ketiga pada 17 September 2025, reshuffle keempat pada 8 Oktober 2025, dan reshuffle kelima pada 27 April 2026.
Khusus untuk posisi Menteri Keuangan, reshuffle sudah terjadi dua kali di era Prabowo. Sebelum Purbaya digantikan Suahasil, Purbaya lebih dulu menggantikan Sri Mulyani pada 2025.
Hingga pelantikan Suahasil Nazara, Istana baru mengonfirmasi pergantian melalui Keppres 97/P/2026 tanpa menjelaskan alasan substantif di balik keputusan tersebut.
Ekonom sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, menilai bahwa pergantian ini tidak boleh langsung dibaca sebagai vonis bahwa Purbaya telah gagal menjalankan tugasnya. "Pergantian ini tidak boleh langsung dibaca sebagai vonis bahwa Purbaya gagal," kata Syafruddin.
Menurutnya, rekam kinerja Purbaya juga tidak menunjukkan kegagalan. Beberapa indikator ekonomi menunjukkan capaian positif, seperti pertumbuhan ekonomi semester I-2026 sekitar 5,45 persen dan pendapatan negara hingga Juli yang naik sebesar 21,3 persen. Purbaya juga mencatat defisit APBN sekitar 0,91 persen dari PDB.
Syafruddin menduga bahwa keputusan ini lebih merupakan langkah politik Presiden untuk mengubah gaya koordinasi ekonomi ketika tekanan fiskal dan eksternal meningkat. "Presiden mungkin menilai fase berikut memerlukan figur yang lebih kuat dalam konsolidasi birokrasi dan koordinasi kebijakan," ujarnya.
Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara juga memunculkan spekulasi mengenai dinamika internal pemerintahan. Beberapa pihak menyoroti kemungkinan adanya ketegangan antara Purbaya dengan Danantara, yang disebut-sebut membuat Presiden Prabowo jengkel hingga akhirnya mencopot Purbaya.
Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Istana mengenai hal tersebut. Reshuffle kabinet Prabowo yang terbaru ini pun dinilai oleh sejumlah pengamat hanya bersifat tambal sulam dan belum menyelesaikan masalah substansial dalam Kabinet Merah Putih.


Posting Komentar