Dua Toko Material di Jawilan dan Maja Kena Tipu OTK, Modus Pesan Barang Janji Bayar di Tempat
![]() |
| Dok: Diduga Peluk Terekam CCTV saat Pesan Barang |
Kab. Serang, iNews45.com || Dua toko bahan bangunan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Jawilan dan Kecamatan Maja, Kabupaten Serang, menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK). Pelaku menggunakan modus klasik namun masih mempan: memesan sejumlah besar barang material, meminta dikirim ke alamat rumah, lalu menghilang tanpa jejak begitu barang diterima.
Kejadian bermula ketika seorang pria yang tidak dikenal warga sekitar datang mendatangi salah satu toko material di wilayah Jawilan. Tak lama kemudian, aksi serupa juga terulang di sebuah toko material lain yang berada di wilayah Maja. Pelaku berpura-pura menjadi konsumen yang akan membangun rumah, lalu memesan beragam jenis barang kebutuhan konstruksi dalam jumlah yang tidak sedikit.
“Barang yang diminta mulai dari pasir, besi beton, batu belah/split, kabel listrik, kaso kayu, saklar lampu, hingga sejumlah barang pendukung pembangunan lainnya,” ungkap salah seorang pemilik toko korban penipuan kepada awak media, Rabu (8/7/2026).
Pemilik toko menjelaskan, pada awalnya ia tidak curiga sedikit pun. Cara bicara dan permintaan pelaku terlihat sangat meyakinkan, layaknya pembeli serius yang sedang menyiapkan bahan bangunan. Pelaku juga berjanji dengan tegas bahwa seluruh pembayaran akan dilakukan secara tunai begitu barang-barang sudah tiba dan diturunkan di lokasi alamat yang ia berikan.
“Kami kan sebagai penjual, tentu berniat melayani pembeli. Apalagi pesanannya lumayan banyak, jadi kami percaya saja saat dia bilang bayarnya nanti pas barang sampai di rumah,” tambahnya.
Setelah kesepakatan terjadi, pemilik toko segera menyuruh sopir dan kenek kendaraan pengantar untuk mengirimkan seluruh pesanan sesuai alamat yang dicantumkan pelaku. Sesampainya di perbatasan jalan utama menuju lokasi yang dimaksud, tepatnya di sebuah gang masuk wilayah Jawilan, rombongan pengantar sudah ditunggu oleh orang yang sama saat memesan barang di toko.
Sopir pengantar menceritakan, saat baru saja tiba di lokasi pertemuan, pelaku langsung berinisiatif mengambil sendiri barang-barang yang berukuran kecil dan mudah dibawa. Sementara itu, sopir dan kenek disibukkan dengan pekerjaan menurunkan barang-barang berukuran besar dan berat seperti tumpukan pasir, batangan besi, serta muatan batu split yang butuh waktu dan tenaga lebih untuk membongkarnya dari bak truk.
“Benar begitu, kami langsung ditunggu di mulut gang oleh orang yang pesan tadi. Semua barang kami turunkan satu per satu. Barang yang ukurannya kecil atau yang bisa diangkat sendirian, langsung dia bawa masuk ke dalam gang sedikit demi sedikit. Kami pikir memang dia mau bantu memindahkan ke dalam rumah,” ungkap sopir tersebut.
“Kami sama kenek fokus lama sekali menurunkan pasir, besi dan batu split karena muatannya cukup berat. Begitu semua barang selesai kami turunkan semua, baru kami sadar orang yang memesan barang itu sudah tidak kelihatan batang hidungnya. Kami cari ke sana kemari ke dalam gang, tetap tidak ketemu. Kami coba tanya-tanya ke warga yang tinggal di sekitar situ, tapi semuanya menjawab tidak kenal orang itu dan sama sekali tidak tahu-menahu soal pesanan barang tadi,” sambungnya dengan nada kecewa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada perhitungan pasti mengenai total nilai kerugian yang dialami kedua toko material tersebut. Namun diperkirakan jumlahnya mencapai jutaan rupiah, mengingat banyaknya jenis dan volume bahan bangunan yang berhasil dibawa lari oleh pelaku.
Pihak korban saat ini sedang mempertimbangkan untuk membuat laporan resmi ke kantor Polsek setempat, guna menindaklanjuti perbuatan pelaku dan mencegah agar aksi serupa tidak terulang kembali menimpa pedagang lain.
Para pelaku usaha khususnya di bidang perdagangan bahan bangunan diimbau untuk lebih waspada dan berhati-hati terhadap pembeli yang belum dikenal. Disarankan untuk menerapkan sistem pembayaran di tempat toko atau meminta uang muka terlebih dahulu, serta memastikan kejelasan identitas dan alamat tempat tinggal pembeli sebelum mengirimkan barang dalam jumlah besar.
Penulis: Redaksi independentnews45.com


Posting Komentar