SERANG, iNews45.com || Kondisi infrastruktur jalan di Desa Sukajaya, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, kini menjadi sorotan tajam. Masyarakat Kampung Kademangan mengeluhkan akses jalan utama menuju Kantor Desa Sukajaya yang mengalami kerusakan parah dan hingga kini belum terealisasi pembangunannya secara menyeluruh.
Jalan tersebut merupakan urat nadi bagi warga, terutama bagi tenaga pendidik, pelajar, dan pelaku ekonomi yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (8/1/2026), kondisi jalan tampak dipenuhi lubang menganga dengan permukaan yang tidak rata. Situasi kian memburuk saat hujan turun; genangan air menutupi lubang dan membuat jalan menjadi sangat licin.
Salah seorang warga setempat mengungkapkan kekhawatirannya terhadap keselamatan pengguna jalan. Menurutnya, kondisi jalan saat ini sangat berisiko bagi pengendara motor maupun mobil.
“Kalau hujan, jalan ini sangat berbahaya. Lubang tertutup air, motor sering tergelincir, dan mobil harus berjalan pelan-pelan,” ujarnya kepada awak media.
Warga menjelaskan bahwa pada tahun 2025 lalu, sebenarnya sempat ada realisasi pembangunan jalan sepanjang 1,3 kilometer. Proyek yang melintasi wilayah Kampung Kademangan Besar dan Kademangan Kecil tersebut merupakan bagian dari Program Bangun Jalan Desa Sejahtera oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Serang.
Namun, pembangunan tersebut dinilai belum tuntas sepenuhnya hingga ke titik-titik krusial lainnya. Hal inilah yang memicu kekecewaan warga, karena sisa jalan yang belum tersentuh perbaikan kini kondisinya semakin memprihatinkan.
“Pembangunan belum terealisasi sepenuhnya. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan lalu lintas serta menghambat aktivitas belajar-mengajar dan perekonomian masyarakat,” tegas salah satu warga dengan nada kecewa.
Masyarakat Desa Sukajaya kini menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Serang melalui instansi terkait agar segera turun tangan melanjutkan pembangunan jalan yang tersisa. Perbaikan ini dinilai sangat mendesak demi kelancaran pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat desa.
“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah. Jalan ini adalah fasilitas umum yang menunjang pelayanan pendidikan dan ekonomi. Kami ingin akses transportasi kembali aman dan nyaman untuk dilalui,” tutupnya.
Laporan: Edi Sukanto

